Semua karya

[ Studi kasus · /01 ]

Perkakas Resto: Inventaris & Katalog via Telegram.

Manajemen inventaris dan katalog produk berbasis AI yang dioperasikan lewat Telegram dan dashboard web.

  • KategoriSistem custom
  • Tahun2026
  • PlatformTelegram, web
  • MencakupIntegrasi AI
Dashboard Perkakas Resto di laptop, menampilkan total inventaris, produk terbaru, dan aksi cepat

[ Ringkasan ]

Inventaris yang diurus lewat chat yang sudah dipakai tim sehari-hari.

Perkakas Resto belum punya katalog produk dan tidak punya satu tampilan untuk stoknya, sehingga menjual ke pelanggan jadi lebih sulit. Tim sales dan agennya sudah bekerja di Telegram, jadi kami memindahkan pekerjaan harian ke sana, tanpa meminta mereka mempelajari alat baru.

Di belakangnya ada dashboard web untuk hal yang lebih nyaman dikerjakan di layar besar: mengubah detail produk, menetapkan harga, mengelola katalog, mencetak label QR untuk gudang, dan mengekspor ke Excel.

[ Tantangan ]

Masalah yang harus dipecahkan.

  • Belum ada katalog untuk berjualan

    Bisnis ini belum punya katalog produk. Agen tidak punya bahan yang konsisten untuk ditunjukkan ke pelanggan, jadi berjualan berarti menjelaskan barang dari ingatan atau meneruskan foto.

  • Harga dan stok sulit dibagikan

    Setiap pelanggan menanyakan harga dan stok. Tanpa satu sumber data, jawaban berbeda-beda dari satu agen ke agen lain.

  • Stok hanya ada di chat

    Sales dan agen melaporkan stok di grup Telegram dan mencatatnya manual, sehingga jumlahnya bisa meleset dari yang ada di rak.

  • Satu alat lagi yang harus dipelajari

    Tim sudah bekerja di Telegram. Aplikasi inventaris terpisah akan menjadi kebiasaan baru di atas rutinitas berjualan.

[ Solusi ]

Dari pesan chat menjadi entri katalog.

Kami mempertahankan Telegram sebagai pintu masuk dan menaruh AI serta dashboard web di belakangnya.

Tabel inventaris Perkakas Resto di browser, dengan kanal stok Telegram terbuka di ponsel di sebelahnya
  1. Kirim di Telegram

    Agen sales mengirim produk atau pesan singkat di grup Telegram, misalnya penjualan dua unit.

  2. Bot memperbarui stok

    AI membaca pesan, mencocokkannya dengan produk, lalu memperbarui jumlah. Bot membalas dengan stok terbaru dan tautan ke produk.

  3. Langsung tayang di katalog

    Produk baru dari Telegram langsung masuk ke katalog. Staf bisa menyesuaikan detail dan harga dari dashboard kapan saja.

Juga ada di dashboard

  • Notifikasi Telegram

    Pembaruan stok dan peringatan masuk ke Telegram, jadi tim melihat perubahan tanpa membuka dashboard.

  • Label QR untuk gudang

    Cetak kode QR untuk tiap produk untuk melabeli barang dan rak, lalu kelola stok gudang dari kode tersebut.

  • Tabel inventaris

    Cari dan saring berdasarkan kategori, gudang, dan status, diurutkan dari perubahan terbaru.

  • Katalog produk

    Katalog yang bisa dibagikan agen ke pelanggan, lengkap dengan harga dan ketersediaan tiap produk.

  • Margin harga

    Satu pengaturan margin yang mengubah harga dasar menjadi harga jual.

  • Ekspor Excel

    Unduh inventaris sebagai spreadsheet kapan pun tim butuh laporan.

[ Hasil ]

Apa yang berubah.

  • Katalog untuk berjualan

    Agen membagikan halaman produk berisi harga dan ketersediaan, bukan menjelaskan barang satu per satu.

  • Satu sumber data yang sama

    Stok, harga, dan katalog membaca dari inventaris yang sama, jadi yang disampaikan agen sesuai dengan yang tersedia.

  • Tanpa kebiasaan baru

    Tim tetap bekerja di Telegram. Memperbarui stok cukup dengan satu pesan, bukan aplikasi baru.

  • Langsung tayang

    Produk yang dikirim di Telegram langsung ada di katalog, tanpa langkah persetujuan tambahan.

[ Kata mereka ]

Sangat puas dengan hasil kerjanya. Yang jelas, developer mampu mengimplementasikan keinginan kami sebagai customer dalam sebuah aplikasi yang sangat membantu bisnis kami.

Wahyudi Pemilik Bisnis · Perkakas Resto

[ Proyek berikutnya ]

Butuh sistem seperti ini? Mari bicara.

Konsultasi gratis, tanpa kewajiban. Biasanya kami membalas dalam satu hari kerja.

Chat lewat WhatsApp Semua karya